ALPEKURA, ALAT PENGECAT KUBAH RAKSASA
Penulis : Ahza, Ghina, dan Ahna
Kelas 9B, 9A, dan 9A
SMP Al-Jannah
Cat Kubah
Teman-teman tentu sudah maklum, bahwa Indonesia merupakan negara dengan populasi muslim terbanyak di dunia. Jumlah masjidnya juga banyak dan tersebar di berbagai kota. Di antara masjid itu punya kubah yang berukuran besar atau terbilang raksasa. Dalam perawatannya, kubah-kubah itu perlu pengecatan kembali karena catnya sudah pudar, luntur atau mengelupas.
Teman-teman, terpikir nggak, bagaimana cara mengecat kubah raksasa yang tinggi dan melengkung itu? Selain sulit, juga beresiko jatuh ya.... Nah, kali ini teman kita siswa Kelas IX, yaitu Ahna, Ahza dan Gina melakukan penelitian dengan membuat prototipe alat pengecat kubah raksasa, yang disingkat Alpekura.
Alpekura
Alpekura terbuat dari aki 12 volt, pompa air 12 volt, selang hidroponik, 8 nozel penyemprot, belalai yang bisa ditekuk/dilipat sesuai bentuk dan tinggi kubah, 2 motor penggerak, 2 roda belakang yang digerakkan dinamo, 2 roda depan yang bisa bergerak bebas, wadah air, serta kotak untuk menyimpan wadah air, pompa dan aki sumber tenaga. Wadah air ini diumpamakan wadah cat. Pada bagian dasar di buat rel atau 2 pembatas jalannya roda di bagian lingkaran kecil dan besar, sehingga roda akan bergerak mengikuti keliling kubah.
Pada saat pengujian, Alpekura bisa bekerja sampai air habis setelah mengecat sebanyak setengah kubah. Jadi, untuk mengecat satu kubah ini diperlukan 2 kali pengisian cairan. Jika akan mengecat kubah sebanyak 2 lapis, maka diperlukan pengisian cairan sebanyak 4 kali.
Alpekura adalah prototipe kereta berbelalai kayu yang berfungsi untuk melakukan pengecatan pada kubah masjid yang biasanya berada di ketinggian dan sulit dijangkau bila tanpa bantuan alat. Bila dikembangkan, Alpekura diharapkan dapat mempermudah proses pengecatan kubah masjid, mengurangi biaya pemeliharaan, mengurangi waktu pengecatan dan sudah pasti mengurangi resiko kecelakaan kerja. [Tri Mulat, S.TP |Pembimbing]