Feed Feat

KECERDASAN NABI YUSUF MENGHADAPI PACEKLIK

Oleh: Ihwan, S.Pd.I.
Kepala Divisi Islam
Sekolah IAS Al Jannah

Alquran surah Yusuf ayat 43-49 menceritakan kisah Nabi Yusuf dalam menakwilkan mimpi raja tentang tujuh ekor sapi yang gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi yang kurus serta tujuh tangkai gandum yang hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering. Semula Sang Raja menanyakan takwilnya kepada juru nujum, cendikiawan, dan pembesar pemerintahannya. Tetapi mereka tidak mengetahuinya.

Sang raja bertambah gelisah. Hingga pelayan raja teringat Yusuf yang pernah menakwilkan mimpinya dengan tepat. Maka, dia menghadap raja dan meminta izin agar Yusuf menakwilkan mimpi raja.

Setelah pelayan istana bertemu Yusuf dan menceritakan mimpi raja, maka Yusuf menerangkan takwilnya. Bahwa, akan ada suatu masa tujuh tahun yang penuh segala kemakmuran dan keamanan. Semua orang akan merasa bahagia. Kemudian Yusuf berpesan, agar menggalakkan rakyat untuk bertanam dalam masa tujuh tahun itu. Hasil dari tanaman itu harus disimpan. Hanya sebagian kecil yang dikeluarkan untuk dimakan sekadarnya.

Kata Yusuf, sehabis masa yang makmur itu akan datang masa yang penuh kesengsaraan selama tujuh tahun pula. Pada waktu itu ternak musnah, tanaman tidak berbuah, udara panas, sumber air mengering, dan rakyat kelaparan. Semua simpanan makanan habis, kecuali tinggal sedikit untuk dijadikan benih.

Yusuf kemudian menutup takwilnya dengan berita gembira. Bahwa, setelah musim kemarau itu, akan datang tahun di mana manusia diberi hujan dengan cukup. Sehingga, tanaman dapat tumbuh subur kembali dan mereka bisa memeras kembali anggur sebagai minuman yang lezat lagi segar.

Kisah Nabi Yusuf ini mengandung pelajaran dan hikmah bagi kita dalam menghadapi masa paceklik, pandemi ataupun resesi ekonomi. Di antaranya adalah:

  1. Seseorang terutama pejabat atau pemimpin harus mampu menjadi decision maker dan problem solver. Sebagaimana kecerdasan Nabi Yusuf dalam memberikan problem solving agar raja membuat decision untuk rakyatnya dalam menghadapi masa paceklik.
  2. Harus mampu membuat perencanaan dan proyeksi ekonomi. Kapan dan berapa lama akan terjadi resesi, pandemi atau paceklik agar negara dan rakyat harus mempersiapkan segala sesuatunya. Agar tidak terjadi kelaparan, dan mampu bangkit kembali.
  3. Harus memiliki ilmu dan teknolgi yang cukup terutama dalam menghadapi krisis dan setelahnya. Sebagaimana arahan Yusuf untuk menyimpan tangkai-tangkai gandum supaya tahan lama dan bibitnya untuk ditanam setelah kemarau.
  4. Hidup sederhana, tidak berlebih-lebihan atau tidak boros sehingga semua harta benda yang dimiliki tidak habis dalam waktu singkat.
  5. Memegang teguh kebenaran, tepercaya, dan memiliki skill komunikasi yang baik. Sebagaimana Yusuf yang tepercaya serta mampu menjelaskan dan mengarahkan raja dengan baik.
  6. Tidak mencela musim apapun dan fenomena alam yang terjadi karena sudah menjadi ketetapan Allah. Kita harus husnudzan kepada-Nya, dan mencari pelajaran dan hikmahnya.

Demikianlah kecerdasan Nabi Yusuf dalam menghadapi masa paceklik. Semoga bisa menginspirasi teman-teman dalam mencari pelajaran dan hikmah suatu kejadian apapun. [UI]

Content Source

Konten ini telah di unggah ke google drive.

Lihat selengkapnya di sini.